still not getting any

Saya Berhayal mungkin sebentar lagi landasan ekonomi yang kita kenal selama ini, akan benar benar jadi “aneh”. Mungkin sebentar lagi fondasi ekonomi yang kita kenal selama ini akan berubah, dan apa yang buku ekonomi ajarkan di sekolah mungkin akan segera di revisi besar-besaran. Selama berabad-abad sepanjang sejarah manusia masih menggunakan system Kredit, ber abad-abad? Ya tepat sekali.. berabad-abad. bermula dari aktivitas para penjual uang di bangku bangku kecil di pasar pasar kuno berabad abad lalu di daerah mesopotamia, hingga sekarang menjadi bank bank super canggih di eropa, tapi systemnya masih sama..Kredit Debit

hand-money-

Ayolah.., kita semua tahu, system kredit memang bekerja bagus untuk membuat system “kita” selama ini berputar lancar dalam apa yang kita kenal sebagai arus atau currency, tapi pertanyaannya sampai kapan? Kredit selalu menciptakan apa yang di kenal sebagai bubble atau gelembung, dimana kredit berperan untuk menyerap potensi likuiditas di tempat yang “basah” ,tapi di sisi lain, mengeringkan dan menekan daerah yang potensinya di serap untuk menjaga ketersediaan likuiditas daerah “basah” tadi, dan bila hal tersebut tidak diikuti aktifitas sektor riil yang cukup, maka lengkaplah sudah… disini kita bisa menyebutnya sebagai perbudakan bernalarkan uang. Maka dalam system ini pasti ada Miskin dan Kaya. Sebab Sebenarnya Tidak ada Istilah “Kaya Semua” atau “Semua Sejahtera” dalam system ini, itu hanya ilusi semu yang di buat otoritas pada system agar populasi tetap bekerja dalam system. System ekonomi yang stabil adalah system yang menjaga keseimbangan antara sektor riil dan sektor finansial. Tapi saat keduanya tidak seimbang, maka system “kita” dalam bencana besar. Saat sektor financial meningkat melebihi aktifitas sektor riil, pertumbuhan kegiatan perbankan yang terlalu liar untuk di kendalikan, menyebabkan penumpukan hutang dan kelebihan jumlah uang fisik, yang tidak sebanding dengan kebutuhan akan barang dan jasa yang diperlukan “kita” untuk tetap waras. Membuat inflasi meningkat tajam, membuat nilai martabat uang menjadi lebih rendah, saat itu lah gelembung gelembung dari hasil kredit tadi mulai terbentuk. Ketika apa yang menjadi nilai jaminan atas kredit tadi (yang biasanya adalah properti) tidak memiliki nilai yang stabil lagi, (kita selalu berpikir harga tanah dan rumah selalu meningkat dari tahun ke tahun, tapi sampai kapan? Misalnya suatu saat nanti perumahan tidak laku lagi akibat efek tertentu pada populasi, kita bisa apa?, harga bisa naik bisa turun kawan) maka di situlah saatnya gelembung gelembung tadi meletup dan pecah. Mengutip seorang pemikir ekonomi, hyman minsky.. “bahwa mekanisme penumpukan hutang adalah sumber dari ketidak-seimbangan pada sektor keuangan. Akumulasi hutang tersebut akan dengan mudah membawa perekonomian pada kondisi bubble dan berakhir pada krisis..” , menurut anda apa hasil krisis yang paling menakutkan? Perang, kudeta, Anarkisme dan kerusuhan, anda sebut saja sendiri.

money-war-concept-hand-grenade-34560844

Dan Begitu juga sebaliknya, dan ini yang lebih mengkhawatirkan bagi otoritas global saat ini. Kita sudah sampai ke penghujung.. dimana teknologi “sebenarnya” telah sangat sangat mutakhir. Manusia telah melampaui sebuah Pencapaian besar, beberapa individu pioneer dari ras kita telah menciptakan mekanisme robotika, sumber energy terbarukan yang dapat di regenerasi berulang, system industry dalam produksi massal secara efisien, teknologi persinyalan dan telekomunikasi tanpa batas, pencitraan satelit, hingga pengembangan A.I untuk berpikir melampaui otak normal manusia agar membantu mengelola suatu system, para pioneer yang mengembangkan hal-hal ini adalah orang orang yang sekarang telah membangun koorporatet raksasa kelas wahid yang kekayaannya melebihi sebuah Negara atau kerajaan manapun yang pernah tercatat dalam sejarah.

Businessman and business sketch

koorporatet super kaya,  menyadari bahwa uang sudah tidak banyak berguna lagi bagi mereka, uang hanya pembatas kecil bagi mereka untuk menilaikan mahakarya yang telah mereka temukan dan mereka jaga, bagi para populasi yang hidup dari mereka, yang bekerja dalam system. Mereka menciptakan titik dimana sektor riil yang mereka kendalikan, tidak mampu lagi diimbang oleh sektor finansial yang sudah kuno dan bergaya usang, ini sudah bukan lagi jaman Rothschild bung!. Sebab mereka memang sudah tidak perlu uang, apalagi hutang, karena kebutuhan banyak orang telah mereka kelola secara besar besaran dengan sangat efektif dan efesien. Apalagi kalau mereka sudah mampu mengelola semacam multiusaha yang terintegrasi dan saling melengkapi satu sama lainnya. Bila sampai akhirnya nanti teknologi ini kian membesar dan berkembang hingga semuannya menjadi monopoli teknologi terbesar atas system, yang berimplikasi besar untuk memudahkan mereka memenuhi kebutuhan dasar semua populasi, kredibilitas otoritas dalam sektor finansial menjadi dilema tersendiri, “apa gunanya uang bila semua kebutuhan ras kita bisa di tunjang secara penuh oleh Teknologi, Secara Gratiss?” bila yang bermain untuk produksi massal sektor riil kini adalah mesin mesin yang tak kenal lelah dan tak minta upah, dan juga sumber energy bukan lagi hal yang harus di tambang, di gali, dibor, dan di cari? “are, finaly its all come for free?” , “because since the beginning, all have been given to us for free” entah lah, esok adalah masa depan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: