still not getting any

Dulu ada cerita tentang seorang pemuda yg baru tumbuh dewasa, beranjak muda, ia tertarik dengan seorang gadis, tetapi gadis itu lebih memilih sahabatnya, kini ia menyadari korelasi wajah menjadi patokan, hal ini merusak mentalnya, ia menjadi pengecut selama beberapa dekade, namun kehidupan rupanya mengajarinya beberapa pengalaman berharga, saat ia tumbuh bersama jakun dan bulu ketiaknya, ia memperoleh kasih dari sahabat gadisnya, cinta pertamanya sangat baik, ia diajari tentang kelembutan hati dan persahabatan, tetapi ia lbh di ajari bagaimana itu ia harus tumbuh, ketika setiap cinta disekitarnya selalu rusak dan brakhir, ia bertanya pada dirinya itu kenapa?,
tp kekejaman dan kebodohan mengajarinya hal yg tak pernah orang lain ajarkan padanya, kini ia mengerti jelas apa penyakit yg merusak kasih di jiwa orang orang di sekelilingnya, jelas mereka tidak menganggap pasangan mereka sebagai sahabat terbaik di hidup mereka, karena itu mereka brakhir dengan caci maki dan sumpah serapah, jelas mereka tak akan pernah bisa memiliki jiwa dan raga pasangan mereka sepenuhnya, dan mereka tidak pernah menyadari ini, hati mereka dibutakan dngn keinginan memiliki pasangan mereka itu dari ujung rambut smpai ujung kuku, apa mau melampaui Tuhan?, hanya Tuhan yg memiliki kita secara personal jiwa dan raga kita, mengatur kapan kita berakhir, karena itu cemburu membutakan hati mereka, ketidak relaan kehilangan pasangan yg berlebihan, sampai pada posesif dan over protektif ? Toh akhirnya memang brakhir, sadarilah bahwa pasangan kita adalah cara Tuhan menunjukan cintanya pada kita melalui dia, tp jangan lantas membutakan hati sampai2x mencintai ia lbh ktimbang mencintai Tuhan, ia bisa cemburu dan lantas menariknya dari hidup kita, jika ia menariknya, relakan.. Tp tetap, sampai akhir tetaplah brsahabat, jangan pernah akhiri dengan caci maki dan pertengkaran, bagian terbaiknya kau belajar menjadi orang yg tenang dan tak berlebihan, kau belajar bersabar, kau bersahabat, kau menjadi bagian dari cerita indah yang akan dikenangnya di masanya yg sulit, ketika ia tua, kehilangan harapan, dan merasa tak berarti, Tuhan menitipkan, ia tidak memberikan sama sekali, ia ingin mengajari kita untuk menjadi tulang rusuk yg lbh baik di antara adam adam yang lain, demikian pula kita diajarkan melihat tulang rusuk yang sesuai diantara hawa yang ada.. Kenyataannya memang pada akhirnya semua tergambarkan, Tuhan memberikan yang terbaik diantara yang terbaik, meski mungkin tak memberikan dengan jelas siapa nama aslinya, dan bagaimana semua ini berakhir, toh pemuda tadi kini sedikit paham, meski tak sepenuhnya, tetapi ia sepenuhnya mengerti, jodoh di tangan tuhan, tetapi jangan di ambil dari tangannya sebab ia bisa merampasnya kembali, tapi lihat lah dulu bila ia menggenggam jodoh mu di tangan kanan, genggam lah tangan Tuhan yg sebelah kiri, maka kalian berdua akan dituntun Tuhan untuk berjalan bersama sepanjang usia.. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: