still not getting any

what war?

      seorang teman pernah bertanya, “kenapa kamu sangat suka hal-hal tentang perang dunia 2, kamu pengen jadi pengikut hitler ? “, saya kadang cuman bisa tersenyum karena malu.. saya sangat menyadarinya.. apa yang menyenangkan dari perang?, kecuali kesadisan, kebiadaban, kematian dan kengerian… tergolong aneh terkadang bila ada orang yang menggandrungi cerita dan sejarah tentang perang. jawaban saya dari pertanyaan diatas adalah “Tidak”.. saya juga tidak mengidam-idamkan terjadinya perang lagi (amit-amit jabang bayi), atau mengidolakan hitler, stalin, rosevelt, atau churchill atau siapapun tokoh besar yang terlibat didalamnya, termasuk ideologi-ideologinya… saya hanya takjub dan kagum dengan penderitaan yang dialami miliaran orang pada jaman itu, dimana penderitaan yang mereka alami sungguh sungguh sangat luar biasa. bayangkan bila kota yang anda tinggali dibom tiap hari dengan jadwal yang teratur, bahkan lebih teratur daripada jadwal makan anda hari ini. mayat bergelimpangan.. kematian menjadi hal yang biasa. penderitaan tidak hanya diderita kaum sipil tetapi juga tentara.. penyiksaan rasial bagi mereka yang dikucilkan secara politik dan ras.. kamp-kamp penyiksaan(ini yang paling biadab)… penghinaan rasial, dan pembantaian merebak dimana-mana. Tetapi dari mana mereka memiliki harapan untuk tetap hidup? dari sekian jumlah penderitaan yang mereka hadapi… inilah gambaran mutlak dari sebuah penderitaan… bandingkan dengan kita pada masa damai sekarang ini. kita lebih banyak untuk menganggap bahwa kita adalah manusia paling menderita didunia ini.. dimana mana merasa ingin mati saja, karena merasa menderita, sakit hati, galau karena hal hal yang dilebih-lebihkan terutama karena urusan asmara (pret banget yg ini!), update facebook sana sini.. menunjukan diri  seolah-olah sebagai manusia paling menderita didunia. tapi sadarkah kita bahwa penderitaan kita bahkan tidak seupilnya dari orang-orang yang dihantam bencana perang dunia ke 2 ini?   kita terlalu pintar dan sibuk untuk mengeluh dan beralay ria dari pada melakukan sesuatu.. mengumbar derita kita sebagai sesuatu yang komersil.. dari sejarah ini kita dapat belajar untuk sangat bersyukur… alih-alih bilang untuk “pengen mati aja”, dari perang ini pula kita bisa menyadari bahwa manusia itu memiliki sisi bengis yang busuk dan tersembunyi, yang mengawang-awang dari bayangan, siap untuk keluar ketika ia terpancing untuk keluar.. apalagi itu kalau bukan emosi jiwa dan obsesi yang tidak terkendali.. dan kesempatan saat kita membiarkan diri kita terjebak dalam pemikiran dokmatis, pengolong-golongan jenis manusia, bahwa kita itu tinggi dan mereka itu rendahan!,bahwa kita itu cahaya dan mereka adalah kegelapan!, bahwa kita itu bersih dan mereka itu kotor! ini seperti kangker yang nantinya akan teraktifasi saat ada faktor x yang mengaktifkannya.. dalam sebuah iming-iming tentang “hari baru”.. “masa depan yang lebih baik”.. dan lain-lain. tetapi itu untuk apa?

 perang juga menggambarkan betapa besar dan murninya usaha orang-orang saat itu, baik untuk mencari kedamaian, maupun untuk mencari perang… betapa hebat dan kuatnya idustrialisasi senjata saat itu.. tank-tank diproduksi hanya dalam waktu singkat… kapal, pesawat, senjata, amunisi, roket dan lain-lain dibuat dengan proyek besar yang bebas korupsi oleh negara-negara yang berperang, karena merasa bangsanya terancam! nasionalisme yang kuat tercipta untuk mempertahankan nilai-nilai bangsanya, (manusia terkadang melakukan hal-hal bagus untuk tujuan yang tidak baik seperti perang…) tapi lebih dari itu perang dunia ke 2 membawa dampak yang merusak lebih dari apapun! kematian dalam skala bsar sepertinya menjadi syarat dalam perang, perang adalah karma yang berputar… (dalam sejarahnya perang terjadi karena bangsa jerman ingin menjajah sekutu di eropa  seperti inggris, prancis, belanda bahkan amerika, toh sekutu-sekutu itu jg tengah menjajah bangsa asia!)

semoga dimasa depan tidak ada perang lagi! dan saat ini, semoga kedamaian tetap menemani indonesia… meski saat ini masih ada bangsa yang belum mengecap kedamaian (di timur sana), tetapi percayalah, karma dan pala akan selalu ada. berhentilah untuk saling membenci…

 (youtube : apocalypse world war 2)

Advertisements

Comments on: "what war?" (5)

  1. Manusia yang suka menggolong-golongkan manusia itu sebenarnya cuma satu golongan. Yaitu Golongan: “Yang Suka Menggolong-golongkan” Entah mereka sadar atau tidak.

  2. semoga di palestina berhenti perang y gan.

  3. microtechnusantara said:

    ada kata-kata ” Kita cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan “, kata-kata itu menjadi alasan kuat untuk kita mengangkat senjata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: