still not getting any

Hello world 2017

Jam tepat pukul 1:24 am sekarang, hari ini blog pertama tahun ini, 2017.. dalam semua perjalanan, malam ini saya tidak bisa tidur dan sejenak merenungi hal hal kecil yang telah terjadi, semua karma dan pala yang telah dilalui, teringat masih harapan kecil ku dan inspirasi besar yang tetap membuat ku bergerak hidup.

Sebentar lagi ada judul baru di kepala saya, nama judulnya “Ayah” . Aku ingin nanti mengajarkan si kecil kalau dunia ini fana. Dalam kefanaan dia jangan sampai seperti ayahnya yang terjebak dalam pemikiran orde baru, yang tidak siap dengan perubahan, yang cuma ingin jadi PNS. Sehingga tak punya keinginan saat remaja untuk menimba ilmu sebanyak banyaknya, yang nanti berfungsi sebagai alat untuk bertahan hidup yang memang sangat disukai. Masa depan lebih suram, tapi saya bangga nanti dengan generasi mereka. Kata orang generasi ke generasi akan menghadapi kesulitan yang semakin bertambah, generasi kita contohnya menghadapi situasi yang lebih sulit di banding orang tua kita, tapi tidak apa, itu artinya generasi kita lebih baik, lebih keras dan lebih kuat dibandingkan generasi orang tua kita karena tantangannya lebih besar. perubahan yang kita hadapi pun lebih besar.. Begitu pun anak kita nanti, mereka akan jadi generasi yang lebih kuat lagi dibanding generasi kita sekarang. Dalam kefanaan ia harus berjuang dalam sengsara, aku akan tunjukan kalau ada prinsif ” knowladge is power “. Ia harus tahu kalau kemampuan menghasilkan makanan lebih berharga dari pada sekedar membual tak jelas. Menarik kesenangannya pada seni dan kreatifitas yang menyenangkan. Menantang ia dengan ide, bukan dengan kekakuan ala tentara. Aku ingin punya lab kecil, didalamnya ada alat las dan berbagai kunci, kompuer dengan printer 3D, mengoprek source code, membuat robot, dan itu semua mainan yang ia miliki, bisa dibuat dari barang barang bekas dan murah. Haha.. kita boleh berhayal, karena itu satu satunya hal berharga yang paling gratis yang kita punya. Tak apa nilainya jelek, bodo amat dengan nilai, yang terpenting punya moral, kreatifitas, dan kejujuran dalam prinsifnya. Amin..

Dalam Kesederhanaan dan kerendahan hati lah, karma ini kita jalani. OooO

Advertisements

Saya Berhayal mungkin sebentar lagi landasan ekonomi yang kita kenal selama ini, akan benar benar jadi “aneh”. Mungkin sebentar lagi fondasi ekonomi yang kita kenal selama ini akan berubah, dan apa yang buku ekonomi ajarkan di sekolah mungkin akan segera di revisi besar-besaran. Selama berabad-abad sepanjang sejarah manusia masih menggunakan system Kredit, ber abad-abad? Ya tepat sekali.. berabad-abad. bermula dari aktivitas para penjual uang di bangku bangku kecil di pasar pasar kuno berabad abad lalu di daerah mesopotamia, hingga sekarang menjadi bank bank super canggih di eropa, tapi systemnya masih sama..Kredit Debit

hand-money-

Ayolah.., kita semua tahu, system kredit memang bekerja bagus untuk membuat system “kita” selama ini berputar lancar dalam apa yang kita kenal sebagai arus atau currency, tapi pertanyaannya sampai kapan? Kredit selalu menciptakan apa yang di kenal sebagai bubble atau gelembung, dimana kredit berperan untuk menyerap potensi likuiditas di tempat yang “basah” ,tapi di sisi lain, mengeringkan dan menekan daerah yang potensinya di serap untuk menjaga ketersediaan likuiditas daerah “basah” tadi, dan bila hal tersebut tidak diikuti aktifitas sektor riil yang cukup, maka lengkaplah sudah… disini kita bisa menyebutnya sebagai perbudakan bernalarkan uang. Maka dalam system ini pasti ada Miskin dan Kaya. Sebab Sebenarnya Tidak ada Istilah “Kaya Semua” atau “Semua Sejahtera” dalam system ini, itu hanya ilusi semu yang di buat otoritas pada system agar populasi tetap bekerja dalam system. System ekonomi yang stabil adalah system yang menjaga keseimbangan antara sektor riil dan sektor finansial. Tapi saat keduanya tidak seimbang, maka system “kita” dalam bencana besar. Saat sektor financial meningkat melebihi aktifitas sektor riil, pertumbuhan kegiatan perbankan yang terlalu liar untuk di kendalikan, menyebabkan penumpukan hutang dan kelebihan jumlah uang fisik, yang tidak sebanding dengan kebutuhan akan barang dan jasa yang diperlukan “kita” untuk tetap waras. Membuat inflasi meningkat tajam, membuat nilai martabat uang menjadi lebih rendah, saat itu lah gelembung gelembung dari hasil kredit tadi mulai terbentuk. Ketika apa yang menjadi nilai jaminan atas kredit tadi (yang biasanya adalah properti) tidak memiliki nilai yang stabil lagi, (kita selalu berpikir harga tanah dan rumah selalu meningkat dari tahun ke tahun, tapi sampai kapan? Misalnya suatu saat nanti perumahan tidak laku lagi akibat efek tertentu pada populasi, kita bisa apa?, harga bisa naik bisa turun kawan) maka di situlah saatnya gelembung gelembung tadi meletup dan pecah. Mengutip seorang pemikir ekonomi, hyman minsky.. “bahwa mekanisme penumpukan hutang adalah sumber dari ketidak-seimbangan pada sektor keuangan. Akumulasi hutang tersebut akan dengan mudah membawa perekonomian pada kondisi bubble dan berakhir pada krisis..” , menurut anda apa hasil krisis yang paling menakutkan? Perang, kudeta, Anarkisme dan kerusuhan, anda sebut saja sendiri.

money-war-concept-hand-grenade-34560844

Dan Begitu juga sebaliknya, dan ini yang lebih mengkhawatirkan bagi otoritas global saat ini. Kita sudah sampai ke penghujung.. dimana teknologi “sebenarnya” telah sangat sangat mutakhir. Manusia telah melampaui sebuah Pencapaian besar, beberapa individu pioneer dari ras kita telah menciptakan mekanisme robotika, sumber energy terbarukan yang dapat di regenerasi berulang, system industry dalam produksi massal secara efisien, teknologi persinyalan dan telekomunikasi tanpa batas, pencitraan satelit, hingga pengembangan A.I untuk berpikir melampaui otak normal manusia agar membantu mengelola suatu system, para pioneer yang mengembangkan hal-hal ini adalah orang orang yang sekarang telah membangun koorporatet raksasa kelas wahid yang kekayaannya melebihi sebuah Negara atau kerajaan manapun yang pernah tercatat dalam sejarah.

Businessman and business sketch

koorporatet super kaya,  menyadari bahwa uang sudah tidak banyak berguna lagi bagi mereka, uang hanya pembatas kecil bagi mereka untuk menilaikan mahakarya yang telah mereka temukan dan mereka jaga, bagi para populasi yang hidup dari mereka, yang bekerja dalam system. Mereka menciptakan titik dimana sektor riil yang mereka kendalikan, tidak mampu lagi diimbang oleh sektor finansial yang sudah kuno dan bergaya usang, ini sudah bukan lagi jaman Rothschild bung!. Sebab mereka memang sudah tidak perlu uang, apalagi hutang, karena kebutuhan banyak orang telah mereka kelola secara besar besaran dengan sangat efektif dan efesien. Apalagi kalau mereka sudah mampu mengelola semacam multiusaha yang terintegrasi dan saling melengkapi satu sama lainnya. Bila sampai akhirnya nanti teknologi ini kian membesar dan berkembang hingga semuannya menjadi monopoli teknologi terbesar atas system, yang berimplikasi besar untuk memudahkan mereka memenuhi kebutuhan dasar semua populasi, kredibilitas otoritas dalam sektor finansial menjadi dilema tersendiri, “apa gunanya uang bila semua kebutuhan ras kita bisa di tunjang secara penuh oleh Teknologi, Secara Gratiss?” bila yang bermain untuk produksi massal sektor riil kini adalah mesin mesin yang tak kenal lelah dan tak minta upah, dan juga sumber energy bukan lagi hal yang harus di tambang, di gali, dibor, dan di cari? “are, finaly its all come for free?” , “because since the beginning, all have been given to us for free” entah lah, esok adalah masa depan.

Berikut adalah cuplikan pidato pada upacara wisuda di Coxsackie-Athens High School di New York baru-baru ini. Disampaikan oleh wisudawan yang lulus dengan nilai terbaik pada tahun ini, Erica Goldson

“Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.

Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.

Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.

Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?

Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….”

Walaupun kebanyakan orang tidak tahu seperti apa rasanya menjadi lulusan terbaik, tetapi saya rasa hampir setiap orang yang pernah sekolah sedikit banyak bisa memahami apa yang sedang dirasakan oleh “lulusan terbaik” ini.

Kalau Anda renungkan, sekarang setelah tidak lagi perlu membaca buku pelajaran sekolah, apa yang Anda rasakan tentang institusi yang dinamakan sekolah dan universitas? Apa yang sebenarnya telah Anda pelajari selama di sana? Karakter-karakter umum apa yang dimiliki oleh mayoritas penduduk, setelah belasan tahun di-training di dalam institusi itu?

Entah bagaimana menjawabnya. Yang pasti, salah satu persamaan umum di antara mereka mungkin adalah kemampuan dan insting untuk mengikuti instruksi…

Lakukan apa yang disuruh.
Percayai apa yang diajarkan.
Jangan menyimpang dari text book.

Tentu, segala sesuatu memiliki dua sisi. Membina sebuah generasi menjadi orang yang patuh mengikuti sistem ada baiknya (bagi orang-orang tertentu), dan ada juga sisi tidak baiknya (bagi orang-orang yang lain).

Anyway, ini hanya selingan untuk Anda renungkan, hari ini kita tidak akan membahas terlalu jauh tentang sekolah & universitas. Tetapi sebelumnya, sebuah pertanyaan untuk Anda, pernahkah Anda pikirkan mengapa selama belasan tahun orang di sekolah sampai menjadi the so called sarjana, mayoritas orang tidak pernah diajarkan tentang mekanika penciptaan uang?

Dalam pelajaran ekonomi di mayoritas sekolah, yang mereka bahas adalah bagaimana menangani berbagai akibat dari masalah, atau bagaimana bekerja dan menjadi budak yang lebih efisien, bukannya membahas penyebab dari masalah (debt based money system).

Ok, hari ini kita lihat-lihat kembali hal-hal mendasar dari debt based money system dan efeknya di sebuah populasi. Tetapi, pertama-tama, Anda harus paham dahulu darimana sistem kredit ini bermula…

Imajinasikan ini:
Katakanlah total emas di Republik Balon adalah 1000 keping. Rokiburger, yang memiliki modal 100 keping emas, memutuskan untuk menjadi pedagang uang dengan menagih 20% atas pinjamannya ke masyarakat setiap tahun. Dan laju pertambahan emas dari pertambangan sang Raja kurang lebih adalah 2,5% setiap tahunnya.

Sekarang mari kita lihat simulasinya. Tentu saja, angka-angka dan rentang waktu di bawah ini agak disederhanakan, tetapi tidak mengubah gambaran besarnya:


Uang berbeda dengan komoditas yang lain. Tidak ada pedagang komoditas manapun yang mungkin mengisap habis semua uang yang ada di sebuah populasi, karena barang dagangan mereka hanyalah sebagian dari kebutuhan populasi itu. Tetapi tidak demikian dengan pedagang uang. Uang adalah kebutuhan setiap orang di seluruh populasi. Bisnis pengadaan uang bisa memasuki lingkup hidup setiap individu di dalam populasi itu.

Sekarang coba lihat angka-angka di atas. Hanya dalam waktu 15 tahun, Pedagang uang akan mengumpulkan semua uang di dalam sistem. Itupun dengan asumsi hanya ada 1 pedagang uang. Di tahun ke-15, uang yang diperlukan di dalam sistem adalah 1541 keping emas, tetapi yang tersedia hanya 1448 keping emas.

Anda paham?

Sistem suplai uang di Republik Balon akan collapse kalau tidak ditemukan alternatif uang yang lain. Pada dasarnya, inilah inti sejarah jatuh-bangun finansial dari semua peradaban dan kekaisaran yang pernah dan akan ada, selain suplai energi yang sanggup mereka kumpulkan (bahan pangan, kayu, batubara, minyak dll).

Jadi apa solusi yang kemudian diciptakan Rokiburger di tahun ke-15? Ya, Anda sudah membaca puluhan kali, berkat kemajuan teknologi, suplai emas fisik yang kurang tidak lagi menjadi masalah untuk dijadikan alasan robohnya sistem megaprofit dia. Paper money (kredit), yang katanya dibacking oleh emas di ruang besinya, akan menggantikan emas fisik di peredaran. Dan beberapa generasi kemudian, setelah semua orang sudah terbiasa dengan paper money, tidak ada lagi orang yang benar-benar peduli berapa sebenarnya jumlah emas yang ada di lemari rahasianya.

Yang berkuasa mengatakan inilah uang, maka inilah uang. You are either with him, or against him. Sama seperti saat Raja terdahulu mengatakan kepada populasi bahwa emasnya adalah uang. You are either with him, or against him.

Mulai tahun ke-15, suplai uang akan diedarkan lewat sistem kredit, bunga yang didapat akan diputar kembali oleh Rokiburger untuk dipinjamkan kembali ke populasi. Yang diperlukan untuk mendominasi suplai uang sebuah populasi, sekalipun kepada mereka yang menggunakan the so called “uang sejati” adalah penagihan bunga pinjaman di atas tingkat pertumbuhan suplai uang mereka. Dengan berlalunya waktu, kekuatan bunga-berbunga akan mengalahkan “kesejatian” apapun.

(Di masa sebelum ditemukannya uang kertas, uang logam (emas atau perak) bisa dikurangi porsinya dengan digantikan oleh logam lain yang lebih murah. Dan kalau sudah tidak bisa lagi didevaluasi dengan logam lain yang lebih murah, peradaban populasi itu akan mulai collapse. Setahap demi setahap, kerajaan / kekaisaran mereka akan mengalami kemunduran. Dan setelah cukup banyak money slave terlikuidasi dalam proses kemunduran itu, sisa populasi yang masih bertahan hidup akan melanjutkan siklus berikut dan penciptaan peradaban yang baru. Yin followed by Yang. Yang followed by Yin. Siklus demi siklus…)

Apa perbedaan kredit Rokiburger dengan emas sang Raja? Hehe, bukan material yang saya maksudkan kawan. Emas di era Raja terdahulu diedarkan langsung oleh kerajaan tanpa proses penerbitan surat hutang, jadi uang itu muncul bukan sebagai hutang siapapun. Sedangkan kredit bank Rokiburger, uang itu muncul setelah proses pengajuan hutang seseorang kepada banknya.

Emas Vs Kertas? Bagaimana kalau seorang Raja mengedarkan uang sendiri dalam bentuk uang kertas? Ya, kalau demikian maka uang kertas bukan lagi surat hutang. Sebaliknya, bagaimana kalau bank Rokiburger mengedarkan kredit dalam bentuk emas? Ya, emas akan menjadi instrumen hutang.

Bagaimana uang diedarkan ke publik, perhatikan prosesnya, bukan material darimana uang itu dibuat. Sentimen negatif orang-orang tertentu kepada uang kertas, ataupun respek berlebihan orang-orang tertentu terhadap emas, terbentuk (atau dibentuk?) atas ketidaktahuan mereka mengenai bagaimana uang diciptakan dan diedarkan ke tangan publik.

Bagaimana caranya Rokiburger memastikan Raja tidak akan mengambil hak penciptaan kredit darinya? Ya, ini pertanyaan yang rumit, ada seribu jalan ke Roma… Coba posisikan Anda di pihak Rokiburger, apa yang akan Anda lakukan?

Pertama dan utama, sistem kerajaan perlu diubah. Bukan gagasan yang baik memiliki sebuah monarki yang berkuasa di depan Anda. Sistem tata negara perlu dimodifikasi. Gagasan pertama adalah kalau Rokiburgerlah yang menjadi Raja, tetapi ini akan sangat beresiko, kalau publik mengetahui apa yang dia lakukan, mereka akan menggulingkannya. Pilihan yang paling baik adalah ciptakan ilusi kalau publiklah yang berkuasa, padahal hal-hal penting apapun tidak berada dalam kendali mereka. Administrasi negara sebaiknya dijalankan oleh orang-orang pilihan Rokiburger (pion) yang seolah-olah dipilih oleh publik.

Raja harus digulingkan dengan cara apapun juga. Dan kalau sebuah kerajaan tidak bisa dihancurkan dari luar, maka harus dipikirkan bagaimana dia bisa dihancurkan dari dalam. (Manual terbaik dari teknik penggulingan dan manipulasi publik mungkin adalah protocol of zion, cobalah membacanya).

(Omong-omong, pernahkah Anda mendengar kalau “negara” Amerika adalah sebuah korporasi? Coba cari The Act of 1871. Saya penasaran apakah ada negara-negara lain yang juga demikian)

Setelah berhasil, saatnya mencari pion. Siapa pion-pion itu? Ya, pertama-tama, pion adalah orang-orang populer yang disukai publik. Tidak perlu pintar, atau lebih tepatnya sebaiknya jangan terlalu pintar, korup, dan kalau bisa memiliki beberapa sisi gelap dan kebiasaan buruk yang bisa dijadikan sebagai alasan pemerasan. Itu sifat-sifat yang terbaik.

Dari rakyat… Oleh rakyat… Untuk rakyat…
Suara rakyat, suara Tuhan…

Secara periodik penduduk akan memilih politisi idaman mereka, yang mayoritas memiliki ciri khas yang mirip, yang mewarisi sifat-sifat “terbaik” di atas. Uang kampanye dan pemilu akan datang darimana? Sebagian akan datang dari pajak, sebagian lagi bisa datang dari permintaan calon politisi yang meminta langsung ke lapangan. The sheeple are financing their own demise. Hehe…

Rokiburger dan ratusan grup-grup afiliasinya sendiri, mereka juga akan menyediakan dana kampanye kepada berbagai partai dan politisi level atas. Jadi, siapapun yang memenangkan pemilu, kepentingan grup mereka akan tetap terwakili.

The Top don’t speculate. They only win.

Sekali-kali memang ada politisi yang jujur. Tetapi, jumlah mereka tidaklah besar. Bagaimanapun, orang jujur jarang yang suka berpolitik. Ini realita. Politik adalah arena yang membutuhkan kesabaran ekstra panjang, intrik dan kemunafikan di dalamnya sangatlah memuakkan bagi orang-orang yang ingin hidup dalam kesederhanaan.

Jadi, pion administrasi yang disebut pemerintah pun terpilih silih berganti. Siapapun boleh berjuang menjadi presiden, siapun boleh berjuang menjadi pejabat negara. Yang penting, hal yang paling mendasar -sistem penciptaan uang-, tidak diganggu-gugat.

Setelah ratusan tahun, setelah sistem “demokrasi” tersebar di seluruh dunia, dan saat tidak ada lagi negara baru yang perlu ditaklukkan, apa yang perlu dilakukan grup Rokiburger hanyalah pemantapan dan penyempurnaan sistem.

Bagaimana kalau orang-orang tertentu melawan? Well, maka orang-orang tidak beradab itu adalah “teroris.” Rokiburger akan memerintahkan beberapa pion yang lain untuk “menegakkan demokrasi” dan menghabisi mereka.

 

Hanya ada satu hal yang akan menghentikan sistem uang kredit Rokiburger ini bekerja, yaitu saat populasi tidak sanggup lagi mengajukan pinjaman dan meminta bank Rokiburger memproduksi uang lebih daripada yang mereka bayarkan.

Melanjutkan Money Supply 101…

Sebelum melihat hutang rakyat negeri Balon, kita lihat dulu tahap 1 dari proses kreasi uang mereka, Hutang Pemerintah.

Misalnya Republik Balon menerbitkan surat hutang 100 milyar, didanai oleh kredit yang diciptakan bank sentral mereka. Asumsikan bunga atas surat hutang ini 8% untuk 10 tahun, maka total pembayaran adalah 145,6 milyar rupis. Darimana 145,6 milyar rupis untuk membayar surat hutang ini akan berasal?

Jawab:
1. Pajak
2. Surat hutang tambahan
3. Tak perlu dilunasi, saat jatuh tempo, 100M ini di-rolling saja oleh bank sentral. Yang penting ditemukan 45,6 milyar untuk membayar bunga.

Coba Anda tanyakan bahkan kepada anak SD, masuk akalkah proses ini? Mengapa menarik pajak kepada populasi untuk membayar bunga hutang ini, apalagi menarik pajak untuk melunasi seluruh hutang ini, kalau uang ini diciptakan dengan niat awal untuk dijadikan sebagai suplai uang rakyat negeri Balon?

Mengapa tidak sejak awal dicetak saja 100 milyar sebagai uang dan tidak perlu membayar bunga darinya, dan tidak perlu juga ada masa jatuh tempo atas uang ini?

Perhatikan kosakata ini:
Uang Vs Kredit

Kredit berfungsi sebagai uang, tetapi dia bukan uang. Kredit perbankan adalah medium transaksi yang diberikan kreditur kepada debitur, dengan masa jatuh tempo dan bunga tertentu. Saat kredit dilunasi, medium transaksi ini pun menghilang di dalam sistem. Yang tersisa hanyalah bunga kontrak kredit yang akan menjadi modal sang kreditur.

“Bila sebuah negara bisa menerbitkan surat hutang, maka dia juga bisa menerbitkan mata uang. Elemen yang membuat sebuah surat hutang baik, juga akan membuat mata uangnya baik… Benar-benar gila mengatakan sebuah negara bisa menerbitkan 30 juta dolar surat hutang tetapi tidak boleh menerbitkan 30 juta dolar mata uang. Dua-duanya adalah janji untuk membayar, tetapi yang satu menguntungkan si pemberi riba, satunya lagi menguntungkan rakyat banyak.”

-Thomas Alfa Edison-

“Hal yang paling sulit dimengerti di dunia adalah pajak penghasilan.”

-Albert Einstein-

Ok, itu untuk tahap 1. Sekarang kita lihat lebih lanjut tentang kolam suplai uang (kredit) yang dilakukan oleh penduduk Republik Balon.

Misalkan pada suatu waktu, suplai kredit mereka sampai di posisi seperti ini:
Hutang pemerintah : 5 trilyun
Total kredit populasi : 20 trilyun

Dan setelah melewati beberapa generasi, tanda-tandanya populasi mereka sudah mencapai peak credit dan akan memasuki proses deflasi (20 trilyun itu akan mulai menyusut).

Rata-rata bunga hutang pemerintah setiap tahun misalnya adalah 8% x 5T = 400 milyar. Artinya, pemerintah harus menarik pajak sebesar 400 milyar + anggaran untuk membayar biaya operasional pegawai dan perusahaan pemerintah, misalnya saja total 2T setiap tahun.

Lalu bagaimana dengan hutang konsumen di bank komersial? Sebelumnya Anda harus ingat lagi satu kalimat paling penting di artikel sebelumnya:

“Kredit, yang muncul dari udara kosong, (saat dikembalikan) akan kembali ke udara kosong”

Saat pembayaran cicilan hutang, hutang pokok akan menghilang di dalam sistem, yang tersisa di pembukuan hanyalah bunga yang statusnya sudah menjadi modal bank.

Mari kita sedikit bersimulasi lagi… Kita lihat sebuah hal menarik mengenai suku bunga dalam sistem ini:

Misalnya rata-rata kredit pada 20T ini adalah berupa pinjaman 10 tahun dengan bunga 20%, maka di akhir tahun ke 10, total pembayaran adalah 46,38T. 20T akan back to thin air, sisa 26,38T sebagai sisa suplai uang yang sekarang adalah modal ditahan bank. Pertumbuhan suplai uang adalah 26,38 / 20 = 31,9%

Misalnya rata-rata kredit pada 20T ini adalah berupa pinjaman 10 tahun dengan bunga 16%, maka di akhir tahun ke 10, total pembayaran adalah 40T. 20T akan back to thin air, sisa 20T sebagai sisa suplai uang yang sekarang adalah modal ditahan bank. Pertumbuhan suplai uang adalah 0 / 20 = 0%

Misalnya rata-rata kredit pada 20T ini adalah berupa pinjaman 10 tahun dengan bunga 10%, maka di akhir tahun ke 10, total pembayaran adalah 31,7T. 20T akan back to thin air, sisa 11,7T sebagai sisa suplai uang yang sekarang adalah modal ditahan bank. Pertumbuhan suplai uang adalah -8,3 / 20 = -41,5%

Untuk mencegah penurunan suplai uang, populasi harus mengajukan kredit baru. Semakin kecil suku bunga, semakin besar volume kredit baru yang harus diajukan populasi untuk mencegah penurunan itu.

Mengapa volume kredit harus membentuk kurva parabolik di negara manapun juga? Karena hanya itulah satu-satunya cara untuk mempertahankan suplai uang sambil membayar bunga yang diperlukan sistem.

Pada dasarnya Anda bisa kiss good-bye dengan angin surga semacam reservasi lingkungan atau gaya hidup konservatif (tidak banyak berhutang) lainnya. Menghadapi bunga atas medium transaksi adalah sebuah masalah, menghadapi bunga-berbunga (compounding interest) akan melipatgandakan masalah.

Jauh sebelum sebuah populasi selesai membayar kredit mereka, anggota-anggota populasi di dalamnya harus segera mengajukan kredit baru, dalam hal ini aktifitas apapun dari mereka secara langsung atau tidak langsung akan berhubungan dengan eksploitasi lingkungan.

Sebuah catatan lain tentang suku bunga… Suku bunga dalam sistem yang normal sebenarnya ditentukan oleh volume hutang populasi tersebut. Semakin lama interest debt based money berjalan, semakin berkurang daya berhutang mereka. Di luar mini boom & bust setiap beberapa tahun, Anda bisa perhatikan, sebenarnya suku bunga jangka panjang di negara yang ekonominya sudah mapan akan cenderung menurun, membentuk lower high dan lower low. Pasarlah yang lebih dominan membentuk suku bunga, bukan the so called rapat bank sentral.



Mengapa cenderung menurun? Karena peak credit yang semakin lama semakin dekat. Daya berhutang para budak semakin lama semakin mendekati limit maksimum mereka. Mereka tidak lagi pergi ke bank komersial dan meminta lebih dari yang mereka bayarkan. Semakin lama waktu berlalu, semakin mereka tidak sanggup membayar dengan tingkat bunga sebelumnya. Generasi yang satu selalu sedikit lebih miskin dibanding generasi sebelumnya.

You can’t have your cake & eat it too…

Anda tidak bisa menyimpan sebuah kue sambil memakannya… Jadi salah satu pilihan harus mengalah. Antara Anda terus mengeksploitasi lingkungan dengan kecepatan eksponensial atau Anda berhenti mengeksploitasi lingkungan dengan kecepatan eksponensial.

Kalau pilihan pertama yang dipilih, maka interest debt based money harus terus dilanjutkan. Kalau pilihan kedua yang dipilih, maka majikan tidak bisa lagi mengambil lebih dari yang mereka dapatkan.

Tetapi apa fondasi debt based money system?

Majikan akan memberikan apapun yang budak inginkan (uang), selama budak memberikan apa yang majikan inginkan.(profit / bunga atas uang). Bila budak tidak bisa memberikan apa yang majikan inginkan, tidak ada alasan majikan memberikan kepada budak apa yang budak inginkan.

Jadi jangan bertaruh untuk pilihan kedua. Setidaknya dalam jangka panjang. Saat bunga sudah turun mencapai limit rendahnya, dan volume kredit yang diperlukan sistem tidak kunjung datang, cepat atau lambat Majikan harus melikuidasi budak tak berguna mereka.

Bukankah Jepang sudah lama menerapkan suku bunga dekat 0% dan negara itu belum collapse? Jawabannya adalah karena mereka masih bisa mengimpor inflasi dengan mengekspor ke konsumen seluruh dunia (terutama Amerika). Tapi bagaimana kalau konsumen USA juga collapse? Hm…

Kembali ke populasi tadi, katakanlah konsumen mereka telah mencapai peak credit. Nilai credit market turun dari 20T menjadi 18T setahun berikutnya.


Konsumen tidak bisa lagi diandalkan untuk meniup balon hutang di dalam sistem, jadi sekarang kita harus mengandalkan pemerintah. Hehe… Tapi ingat ini, apapun yang pemerintah lakukan, ujung-ujungnya harus dibayar lewat pajak, karena uang yang mereka himpun adalah lewat surat hutang. Hutang harus dibayar!

Rencananya adalah menyuruh pemerintah berhutang lebih banyak. Asumsinya pemerintah lebih jago dibanding pihak swasta dalam mengelola uang. Dan setelah uang itu terkumpul, somehow belanja pemerintah itu bisa menggerakkan kembali roda perekonomian, dan balon hutang mereka bisa kembali naik. Misalkan pemerintah menambah surat hutang 1T (yang beli biasanya adalah dana dari publik, dan kalau tidak berhasil maka bisa dicoba monetisasi dari bank sentral).


Apakah cara ini akan berhasil atau tidak, satu hal yang pasti, sekarang pemerintah perlu menarik pajak untuk membayar hutang 6T nya, bukan lagi 5T.

Dan jangan lupa yang tadi, semakin besar volume hutang di dalam sistem, semakin banyak aktifitas ekonomi yang harus dilakukan untuk membayar ongkos sewa uang di dalam sistem, alias semakin besar ekploitasi lingkungan yang harus terjadi.

Apapun cara yang akhirnya dipakai, Anda perlu memahami ini… Pemerintah bukan sinterklas, mereka tidak akan melempar uang dari langit… Ada mekanisme di mana uang didistribusikan di dalam debt based money system.

Kita tahu pemerintah bisa membangun proyek infrastruktrur, kita juga tahu pemerintah memiliki sebuah pasukan besar yang dinamakan pegawai negeri, polisi, atau tentara. That’s it, merekalah yang akan mendapatkan uang hasil penjualan surat hutang baru itu.

Anda tidak berpikir bahwa deflasi suplai uang di seluruh populasi bisa dilawan dengan memberikan uang kepada kontraktor pemerintah dan pegawai negeri saja, bukan begitu?

Untuk meniup kembali balon fractional reserve banking, populasi itu harus memiliki kapasitas dan keinginan untuk meminjam (mengajukan kredit baru). Tetapi peak credit yang dialami populasi itu hanya sedikit terbantu oleh uang yang diterima oleh pasukan pemerintah yang tadi.

Jadi, apa langkah lainnya?

Yang paling mungkin adalah manipulasi social mood. Dalam kondisi apapun juga, pemerintah, beserta media yang ada, harus melaporkan proyeksi masa depan yang cemerlang, atau setidaknya lebih baik daripada yang mereka tahu. Yang ada adalah kosakata inflation expectation, tidak ada kosakata deflation expectation.

Ketika orang khawatir akan inflasi, mereka akan membelanjakan uang mereka (menukar uang dengan barang), dan dengan demikian aktifitas ekonomi akan lebih hidup (mencegah deflasi). Dalam batas-batas yang mungkin dilakukan, pemerintah dan bank-bank dealernya juga harus berusaha agar index saham, harga komoditi, dan harga perumahan tidak jatuh ke level yang membuat orang panik.

Bagaimana kalau semua usaha reflasi ini akhirnya gagal? Ya, berarti harus ada cara lain agar lebih banyak uang bisa diinjeksi ke populasi. Apa jalur paling efektif untuk melakukan itu?

Cara paling cepat adalah mengambil alih perbankan. Bagaimanapun perbankan memang ditakdirkan untuk bangkrut di era deflasi. Di saat simpton deflasi bekerja, banyak aset perbankan yang akan mengalami penurunan nilai. Dengan besarnya rasio fractional reserve banking yang mereka terapkan, modal perbankan dalam sekejap bisa terhapus. Mereka memang harus dinyatakan bangkrut atau diambil alih institusi lain.

Tiga gelombang debt based money system:
1. Inflasi dan turunnya nilai tabungan
2. Deflasi dan turunnya nilai ekuitas
3. Kebangkrutan massal dan konsolidasi kekuasaan

Dengan menyuntik modal baru ke perbankan, bank tidak perlu ditutup (tentunya bank-bank yang paling penting bagi grup Rokiburger, bank-bank skala kecil-menengah silahkan ditutup). Mereka bisa menunggu proses deflasi berakhir dan kemudian berharap siklus inflasi yang berikut bisa dimulai. Pertanyaan di tahap itu adalah apakah pemerintahan itu benar-benar sanggup menerbitkan surat hutang yang diperlukan sebagai modal untuk disuntikkan ke perbankan.

Masalah berikut, sekali lagi, pemerintah bukanlah sinterklas… Pemerintah bisa menyelamatkan perbankan dengan menginjeksi modal ke dalamnya, tetapi bagaimana dengan perusahaan swasta lainnya? Namanya juga peak credit, perusahaan-perusahaan swasta itu tetap saja tidak sanggup mengajukan kredit baru. Apakah pemerintah juga harus menyuntik modal ke perusahaan itu? Mengambil alih dan menjadi pemegang saham di dalamnya?

Kalau jawabannya adalah ya, maka pemerintah akan menjadi bos perusahaan mobil, asuransi, restoran, pabrik pakaian, perumahan, pertanian, perkebunan, dan manufaktur lainnya. Karl Max pasti terharu di liang kuburnya… Hehe…

“Pendirian sebuah bank sentral adalah 90% dari usaha mengkomuniskan sebuah negara.”

-Vladimir Lenin-

Anyway, isme-isme tidaklah penting, mau disebut komunisme, sosialisme, kapitalisme, atau apapun. Tidak masalah perusahaan pribadi Rokiburger yang memegang kepemilikan, ataupun pemerintah, selama pemerintah hanya berfungsi sebagai sebuah lembaga administratif sistem. Pekerjaan politisi adalah memantapkan dan memelihara status quo, debt based money system. Saat masa jabatan pion selesai, poops… mereka bisa digantikan oleh pion-pion yang lain.

Next, mungkin orang akan bertanya, kelihatannya penambahan atau pengurangan suplai uang di dalam sistem berjalan secara relatif lambat. Lantas darimana datangnya kisah hiperinflasi seperti yang terjadi di Weimar atau Zimbabwe?

Harga barang kalau naik dari 100 menjadi 150 atau 200 masih bisa dibayangkan, tetapi bagaimana caranya harga naik dari 100 menjadi 1 juta? Mungkinkah pemerintahan mereka sedemikian dungunya mencetak 1.000T atau 10.000T di dalam ekonomi yang skalanya hanya 20T?

Negeri manapun tidak akan mengalami hiperinflasi ala Weimar kalau uang mereka tetap beredar di negara mereka sendiri (tidak ada defisit perdagangan yang akut), atau kalau mereka tidak memiliki hutang dalam mata uang yang tidak bisa mereka cetak sendiri. Pemerintahan negeri balon tidak mungkin menerbitkan surat hutang 1.000T, 10.000T, apalagi 100.000T rupis tanpa alasan di dalam ekonomi yang hanya berskala 20T. Sesederhana itu.

Tetapi begitu mereka berhenti menjadi masyarakat yang produktif (mampu membiayai impor dengan mengekspor barang / jasa yang memiliki nilai setara), atau mereka terjerat dalam hutang mata uang yang tidak bisa mereka kontrol, ceritanya akan berbeda.

Pinjam X bayar X, plus bunga X.
Pinjam Y bayar Y, plus bunga Y
Pinjam Z bayar Z, plus bunga Z

Kalau sebuah negara meminjam X, tetapi saat jatuh tempo tidak punya cukup X untuk membayar (X + bunga X), apa yang akan mereka lakukan?

Pertama, secepatnya memproduksi barang atau jasa dan jual ke negara X, atau jual ke negara lain yang memiliki mata uang X. Dalam kasus di mana langkah ini tidak bisa dilakukan, maka terpaksa melakukan langkah kedua, pinjam uang (hutang), gali lubang tutup lubang. Dan kalau masih tidak bisa, maka lakukan langkah terakhir, print money.

Pendudukmu mau impor minyak tetapi tidak punya uang? Ya, cetaklah surat hutang dan biarkan bank sentralmu membelinya. Serahkan uang itu kepada juragan minyak. Tetapi, mereka tidak butuh rupis. Jadi, tawarkan suku bunga rupis yang lebih tinggi agar mereka tertarik. Oo… Tetapi minyak akan habis bulan depan. Tenang.. Berikan saja rupis-rupis baru ke mereka. Tetapi, mereka tidak butuh rupis. Jadi, tawarkan lagi suku bunga yang lebih tinggi lagi agar mereka kembali tertarik. Tetapi minyak akan habis lagi bulan depan. Tenang.. Berikan lagi rupis-rupis baru ke mereka. Tetapi mereka tidak perlu rupis. Jadi, naikkan lagi suku bunga rupis agar mereka kembali tertarik lagi…

Booms… Lakukan cukup lama, & you are finished.

Ini bukan lagi masalah inflasi-deflasi yang dihasilkan oleh konsumen di pasar kredit internal mereka. Uang terus mengalir ke luar dan tidak kembali lagi ke populasi itu. Mereka boleh memilih deflasi dan kelaparan atau memilih hiperinflasi dan menunda sebentar waktu kelaparan. Pada akhirnya, yang akan terjadi tetap akan terjadi, kelaparan.

Perundingan Bretton Woods memutuskan bahwa US dolar adalah medium transaksi internasional. Sampai sekarang pun, dolar system masih belum berubah. Sedikit modifikasi dari apa yang diputuskan pada tahun 1944 hanyalah nilai dolar tidak perlu lagi di-peg ke dalam emas sejak 1971. Tentu saja tidak di-peg, tidak ada cukup emas di dunia untuk memenuhi kebutuhan compounding interest di dalam sistem. Ini skenario yang sama yang dipakai leluhur Rokiburger saat memperkenalkan sistem kredit.

From money to debt backed by money.
From debt backed by money to debt backed by debt.

Semua negara harus mengikuti dollar system. Mengapa? Sederhana saja, karena yang berkuasa mengatakan demikian.

You are either with him, or against him.

Dunia dan manusia tetap tidak berubah setelah sekian ribu tahun…

Perusahaan Anda mau mengimpor gula? Mau mengimpor minyak? Mau mengimpor benang? Atau mau mengekspor pakaian? Mau mengekpor kabel? Atau mau mengekpor beras? Well, dalam mayoritas transaksi Anda akan menggunakan US dolar.

Darimana datangnya dolar? Ya, dari konsumen Amerika. Dolar adalah medium transaksi (federal reserve note ataupun ekuivalen elektroniknya) yang muncul saat seorang konsumen mengajukan kredit ke bank komersial ataupun monetisasi pemerintah Amerika (yang dijamin dengan pajak yang akan mereka tagihkan ke rakyat mereka). Sederhananya, dolar adalah instrumen hutang rakyat Amerika. Sama seperti Yen, Euro, Rupiah, Renminbi, dll, adalah instrumen hutang rakyat negara bersangkutan.

Semua negara harus menjual ke Amerika, atau menjual ke negara lain yang menjual ke Amerika. Tanpa melakukan itu, mereka tidak punya dolar untuk mengimpor barang yang ingin mereka impor.

Anda sebaiknya berdoa quantitative easing the Fed bisa meniup kembali balon kredit dan menunda peak credit konsumen Amerika. Bila tidak, this show will end ugly… Very ugly…

Atau segera dirancang medium transaksi internasional yang berikut, bagaimana transaksi antar negara dilakukan paska dolar system. Bila tidak, banyak orang di berbagai negara yang akan tenggelam bersama di dalam Titanic dolar system ini.

One question… Who wants to against them???

“ini saya copy dari PUSTAKA POHON BODHI, dan saya takjub dengan penggambaran sistem yang sepertinya tengah kita jalani saat ini. Luar Biasa, Salut saya pada penulis topik blog ini… puas saya membacanya, Dari pada Nonton Jodha Akbar, 😀 “

disfungsi economicrobacteria

Akhir tahun 2014, hari ini kami masih seperti bertempur, untuk memperbaiki haritage, legacy, harta warisan yang di berkahi pada kami, para pejuang out sourcher, kita menatap apa makna ikatan kecil yang menyatukan indonesia, oh tidak bukan, terlalu luas.. Lebih nyamannya yang menyatukan individu, manusia.

Kita bicara tentang uang, money, fulus, atau apa pun kata bahasa yang menggambarkan secarik kertas lusuh dan busuk yang terselip di saku kita sehari hari. Yang tanpanya, seorang istri bisa berubah menjadi lebih buas dibanding gorila gila yang mengidap rabies stadium 4. sebuah kertas yang menjadi manifestasi atas kebutuhan binal terdalam dari otak manusia akan hawa nafsunya yang tidak bisa ia tahan.. Bentuk nyata dari keinginan kita atas segala hal

Sedih rasanya mengetahui tatanan masyarakat kita, kini sebagian besar menjadi penyembah kertas itu, padahal awalnya benda itu diciptakan untuk membantu manusia.. Tapi kenapa seperti ini.. Tak bisa dipungkiri, pengaruh warisan kebijakan yang lama, menjadi alasan mereka mau menanam jutaan pohon karet yang mereka impikan menjadi secarik berhala tadi. Apa ini akumulasi dari kebutaan dan ketidak pedulian kita terhadap apa yang terjadi.. Atau memang bagini aturan hidup sebenarnya, sesuai seperti teori kekacauan.. Kacau.

Ketika harga karet dunia runtuh, ekonomi dunia bergeser dari nyaman menjadi gerah, bagi masyarakat kecil terpencil yang hidup seperti mikroba, menggumpal dan menghasilkan enzim karet bagi dunia para funggus dan tanaman tanaman penyerap. Tapi kini mereka tidak terlalu nyaman,  stok dan jumlah penghasil karet dari dunia lain juga ikut serta dalam pasar besar. Belum lagi masyarakat cerdas yang makmur disana yang lebih kreatif dari bangsa kita, bikin karet cuman dari remah remah sampah,  air tuba, dan  zat gaib lainnya yang mereka rekayasa dari otak mereka yang cerdas.. Dan kita harus bagaimana? Tanya seorang petani karet yang harus menyadap karet sepanjang hari hanya untuk menghasilkan sepikul karet dalam waktu seminggu, yang akhirnya di hargai sebesar 500 ribu rupiah,  tidak berbanding dengan harga kebutuhan yang mencekik mereka, seperti hantu yang muncul dari bayangan kelam  nan paling gelap (to be continue)

mia san mia

ia tumbuh dengan cantiknya, sedari kecil hingga dewasa, sekarang usiannya 20 tahun, dan aku beruntung bisa menemaninya, menjadikannya sahabatku, menjadikan hal kecil dalam hidupnya berseri seperti nyala lampu kerlap kerlip pohon terang,

kau tau? 

yang ku tau ia tak pernah bosan pada ku, atau berpikir untuk bosan pada sesuatu, kesederhanaannya adalah hal terindah, dan aku beruntung menemaninya. 

ia tumbuh dengan cantiknya, sedari kecil hingga dewasa, sekarang usiannya 20 tahun, dan aku beruntung menjadi orang yang pertama kali di panggilnya ketika ia menghilangkan sesuatu 🙂 aku masih mengingatnya hingga sekarang,

kau tau?

yang ku tau ia punya senyum termanis saat ia marah dan manja, ia memiliki delik yang lucu saat menembunyikan rahasia, aku dulu berusaha untuk tau nama aslinya, hingga kini, hinga nanti……. saat nama ku dan namanya menjadi satu kertas yang kami tatap bersama.

ia tumbuh dengan cantiknya, sedari kecil hingga dewasa, sekarang usiannya 20 tahun, dan aku beruntung menjadi orang yang melihatnya berhasil dalam studynya, berdoa bersama saat ia bimbang dan kami sama sama mengubur hal yang lalu untuk selamanya,

kau tau?

yang ku tau ia tak sempurna, namun aku akan menerimannya, seluruh nya, seluruh luka dan masa lalunya, aku memimpikan saat nanti dimana kami berdua akan tertawa, dan menertawakan hal aneh yang menimpa kami berdua. 🙂

happy anniversary my best girl friend 🙂 pakai sepatu semangat mu itu untuk berlari menggapai cita cita mu, jangan lara lagi yaa.. aku bersama mu.. 🙂

(note: 14 mei 2014 10:45 Wib)

 

Image

Tapi hebatnya saat tahu kalau Tuhan itu sangat pemaaf, apa yang menurut kita sebuah kekacauan dan kehancuran, bagiNya itu hanya proses perubahan awal, pernah dengar kata kata seperti ini? Tuhan memberikan matahari bagi yang baik dan yang jahat.. Dan memang seperti itu adanya, hidup di bentuk dari keseimbangan antara hitam dan putih, antara gelap dan terang.. Dan kita menjadi mahkluk yang memilih jadi bagian dari apa.. Kita pasti menemukan kebahagian kita masing-masing, dari berbagai bentuk.. Seorang yang dulunya terjebak dalam keburukan, di akhir hidupnya mungkin ia telah melakukan hal yang baik.. Keajaiban tercipta dari perubahan besar yang di lakukan seseorang dalam hidupnya, seperti metamorphose seekor kupu-kupu, seorang gadis yang lebih memilih melanjutkan pendidikannya, berhasil berprestasi dan memperoleh pekerjaan, ketimbang memilih untuk di racuni oleh hal buruk, mungkin telah menemukan keajaiban dalam dirinya.. Selamat datang dalam kesadaran hidup.. Bahwa kita mesti menyeimbangkan diri dalam imajinasi dan realita.. Imajinasi membuat mu bersemangat, realita menempa mu untuk tegar, dengan semangat dan ketegaran.. Kita hidup

senyuman para pekerja

Keletihan dan kesakitan adalah teman, kelemah lembutan dan kerendahan hati adalah cita-cita, setiap kali hilang semangat.. Berusahalah berpikir positif, coba lah terus percaya.. Bahagialah dengan ke apa adaan mu.. Berhentilah berpikir tentang wajah tubuh dan ketinggian harga diri yang tinggi, lihat lah orang tua saat mereka renta.. Apa kau siap menjadi tua? Bersiaplah menyadari kecantikan dan ketampanan mu lenyap, kulit mu mengeriput dan lusuh.. Tak lagi ada cara bicara yang tinggi.. Mimpi kita mulai seputar makam dan nisan 😦

Tapi sekarang kita bisa sedikit bahagia, andai saja bisa punya rumah untuk pulang, atau duduk melingkar bersama tiga orang yang kita sebut keluarga, dua orang anak dan satu orang sahabat hidup yang menemani kita hingga tua. Dan Ketika hujan, akan terasa hangat ketika berkumpul bersama, bukan ruangannya yang hangat.. Tapi jauh yang terasa di dada.. Membuat mu untuk bilang aku ingin pulang, lalu sekekali ingin jalan jalan bersama, mungkin hanya dengan mimpi semacam itu, kita manusia masih di ijinkan tuhan berdiri di tempat yang di namai bumi… Aku ingin bertanya kemana aku harus mencari keluarga ku 🙂 dengan mimpi sesederhana ini..

Trima kasih, karena mengajari hidup.. Di rendahkan ketika mulai tinggi, di tinggikan saat mulai turun mengendap, masih melayang di tengah tengah.. Trima kasih :,)

Tag Cloud